Eksplorasi
Eksplorsi
dapat diartikan sebagai penjelajahan atau pencarian,adalah tindakan mencari
atau melakukan perjalanan dengan tujuan tertentu. Dalam perminyakan, eksplorasi
minyak bumi adalah suatu kajian panjang yang melibatkan beberapa bidang kajian
kebumian dan ilmu eksak. Riset ini dilakukan oleh para geologis yang
bertanggung jawab dalam pencarian
hidrokarbon. Dalam ekplorasi dengan kajian geofisika menggunakan Metode
khusus untuk mendapatkan data yang lebih akurat dan kemungkianan untuk di
ekploitasi.
Tahapan terbentuknya minyak dan gas bumi sebagai
berikut,
1.
Batuan Sumber
(Source Rock) Yaitu batuan
yang menjadi bahan baku pembentukan hidrokarbon.
2.
Tekanan dan
Temperatur Untuk mengubah
fosil tersebut menjadi
hidrokarbon, diperlukan tekanan dan temperatur yang tinggi.
3.
Migrasi
Hidrokarbon berpindah tempat dimana hidrokarbon memiliki nilai ekonomis.
4. Reservoar
adalah batuan yang merupakan wadah bagi hidrokarbon untuk berkumpul dari
proses migrasinya.
5. Perangkap (Trap)
Tujuannya agar hidrokarbon yang ada di reservoir terakumulasi di tempat itu
saja.
Cadangan (Reserves)
Cadangan (reserves) adallah perkiraan volume minyak,
kondensat, gas alam, natural gas liquids, dan substansi lain yang berkaitan
yang secara komersil dapat diambil dari jumlah yang terakumulasi di reservoir
dengan metode operasi yang ada dengan kondisi ekonomi dan atas dasar regulasi
pemerintah saat itu. Perkiraan cadangan didasarkan atas interpretasi data
geologi dan atau engineering yang tersedia pada saat itu.
Pemboran
Pemboran adalah usaha pengeboran minyak
kedalam reservoir bawah tanah untuk memperoleh minyak atau gas bumi. Pemboran Pemboran adalah salah satu kegiatan penting dalam sebuah
industri pertambangan. Kegiatan pemboran biasanya dilakukan sebelum diadakannya
penambangan.
Metode
Pemboran
Berdasarkan mekanisme pemboran, metode pemboran dapat dibagi menjadi empat yaitu:
1. Pemboran Tumbuk (Percussive Drilling)
2. Pemboran Putar (Rotary Drilling)
3. Bor Putar Hidraulik (Hidraulic Rotary)
4. Pemboran Tumbuk (Percussive Drilling)
Berdasarkan mekanisme pemboran, metode pemboran dapat dibagi menjadi empat yaitu:
1. Pemboran Tumbuk (Percussive Drilling)
2. Pemboran Putar (Rotary Drilling)
3. Bor Putar Hidraulik (Hidraulic Rotary)
4. Pemboran Tumbuk (Percussive Drilling)
Ada 4 tahap Pemboran yaitu :
1. Pemboran eksplorasi:
Pemboran yang di lakukan untuk
membuktikan ada tidaknya hidrokarbon serta untuk mendapatkan data-data bawah
permukaan sebanyak mungkin. Tujuan utama pemboran eksplorasi adalah mengambil
dan merekam data geologi yang ditembus alat bor.
Tahap-tahap pemboran
eksplorasi :
a.
Pembuatan Rencana Pemboran : Titik kordinat,
elevasi, perkiraan lithologi dan tekanan formasi, program lumpur, konstruksi
sumur, program coring,analisa cutting, logging dan testing.
b.
Persiapan pembooran : pembuatan jalan,
jembatan, pemilihan menara bor dan peralatan yang sesuai, pemasangan alat
pembantu ( jaringan komunikasi, air, listrik, dsb) perhitungan perkiraan biaya
pemboran
c.
Pemboran eksplorasi ekaligus mengumpulkan
data-data formasi melalui coring dan pemeriksaan cutting
2. Pemboran deliniasi
:
Pemboran sumur-sumur yang
bertujuan untuk mencari bata-batas penyebaran migas dan lapisan penghasilnya,
menentukan batas-batas reservoir, bentuk struktur dan batas GOC dan WOC.
Langkah-
langkah :
a.
Pemboran deliniasi biasanya 3 atau 4 buah
sumur masing-masing disebelah utara.selatan. timur dan barat dari
antiklinalnya.
b.
Analisa data ; perhitungan perkiraan besarnya
cadangan dengan metoda volumetric.
c.
Prencanaan jumlah dan letak sumur
pengembangan yang harus dib or untuk mengeksploitasi lapisan tersebut
3. Pemboran pengembangan
:
Pemboran sumur yang akan di
fungsikan sebagai sumur-sumur produksi,dengan tujuan untuk mempertajam hasil
pemboran sebelumnya, Mengetahui rate produksi , Mengetahui kumulatif produksi,
Test produksi dengan Drill steam Test (DST) dan survey lubang boor dengan
logging.
Tahap-tahap pemboran
pengembangan :
a.
Perencanaan dan persiapan pemboran
b.
Pemboran sumur- sumur pengembangan
c.
Penyelesaian sumur-sumur pengembangan
d.
Perencanaan dan persiapan pemasangan
fasilitas produksi
e.
Kegiatan memproduksi dan Transportasi
4. Pemboran sumur-sumur
sisipan:
Pemboran sumur
yang di sisipkan di antara sumur-sumur yang ada, dengan tujuan untuk mengambil
hidrokarbon yang tidak terambil pada area tersebut dari sumur-sumur yang
sebelumnya telah ada.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar